Kasus Penyebaran Virus HIV/AIDS Di Jayapura Sangat Tinggi Akhir-Akhir ini Mencapai 400 Kasus Baru Setiap Tahun

Jakartaexpress.id//Jayapura – Secara umum, Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan tahap awal dari dari penyakit AIDS. HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga daya tahan tubuh pasien akan melemah dan rentan diserang berbagai penyakit.

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang cepat, HIV akan berkembang menjadi AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. Pasien yang terpapar AIDS akan mengalami kondisi dimana tubuh tidak mampu melawan infeksi yang ditimbulkan. Ahad, (19/01/2025).

Dengan kata lain AIDS adalah stadium akhir dari Infeksi HIV; Melihat keterangan diatas, maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui berbagai penyebab dan pencegahan HIV/AIDS. Hal ini dilakukan agar kita dapat melakukan tindakan preventif dan menjauhi segala hal yang dapat membuat kita terpapar HIV/AIDS.

Untuk menjawab permasalahan yang ada pada Jumaat kemarin (17 /01/ 2025) di tempat Kerjanya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Chairul Lie, mengungkap, kasus penyebaran HIV/Aids tergolong sangat tinggi, dengan penemuan kasus baru mencapai 400 per tahun.

“HIV/AIDS kita tinggi sekali, Penularannya ini setiap tahun kami temukan kasus baru 400 HIV/Aids,” ungkap Charlie; Disebutkan, saat ini, jumlah kasus HIV/Aids di Kabupaten Jayapura telah mencapai lebih dari 5.000. “Sekarang jumlah kasus HIV/Aids sudah mencapai 5.000 lebih,” ucap dia.

Chairul juga meminta agar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) diaktifkan kembali, dengan menekankan, penanganan kasus HIV/Aids tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja. “Kami harapkan KPA diaktifkan kembali, karena yang mengurus kasus HIV/Aids tidak bisa hanya Dinas Kesehatan,” ungkapnya,

Menurut Chairul, ratusan kasus baru ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura, dengan mayoritas terjadi pada kelompok usia produktif.

“Kasus HIV/Aids ini banyak ditemukan pada usia produktif dan anak-anak,” Dia lalu menekankan pentingnya penanggulangan HIV/Aids yang melibatkan semua pihak.

“Kami harapkan kasus HIV/Aids ini bisa ditangani secara bersama-sama oleh semua pihak, baik dari masyarakat adat, agama, lembaga masyarakat, dan komunitas peduli HIV/AIDS,” kata Chairul.

Ditempat terpisah di Jalan Nuri Awiyo, kata Luis Vicky Ririhena seorang mantan karyawan Freeport (Sabtu, 18-01-2025) yang juga sebagai salah satu Relawan HIV & AIDS dan PLE (Peer Leader Educator) on HIV & AIDS Freeport mengatakan Penting sekali adanya kehadiran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di daerah yang bekerja bersama Tim Relawan dan semua pihak terkait.

Untuk menekan penyebaran Virus di masyarakat, lewat kampanye dan edukasi tentang HIV/AIDS kepada masyarakat baik secara umum maupun kelompok-kelompok dalam menyebarkan informasi serta mengubah perilaku hidup sehat di masyarakat, bersama-sama melibatkan seluruh stak holder di daerah ini sehingga prevelensi untuk menekan laju penyebaran virus di masyarakat dapat ditangani secara baik, ungkap Luis.

(Vicky Ririhena/01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP