Catatan Papaking : Mengukur Manfaat IPA Sungai Kapih, Setelah Beroperasi, Apa yang Benar-Benar Berubah bagi Warga Samarinda?

Redaksi

jakartaexpres.id – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Kapih merupakan salah satu investasi penting Pemerintah Kota Samarinda dalam meningkatkan pelayanan air bersih.

Instalasi ini dibangun untuk menambah kapasitas produksi air minum dan memperluas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di kawasan Sambutan dan sekitarnya.

Namun beberapa tahun setelah mulai beroperasi, muncul satu pertanyaan yang jauh lebih penting daripada sekadar berapa besar kapasitas instalasinya.

Apakah masyarakat benar-benar telah merasakan manfaatnya?

Dari Infrastruktur ke Pelayanan

Sebuah instalasi pengolahan air tidak dibangun untuk menjadi aset semata.

Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pelayanan publik.

Karena itu, keberhasilan IPA Sungai Kapih tidak cukup diukur dari kapasitas desainnya, tetapi dari manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.

Misalnya:

  • apakah air kini mengalir lebih lama;
  • apakah tekanan air meningkat;
  • apakah distribusi yang sebelumnya bergilir telah berkurang;
  • apakah jumlah pelanggan bertambah;
  • serta apakah wilayah pelayanan semakin luas.

Lima Indikator yang Akan Diukur

Dalam laporan khusus ini, Jakartaexpres.id akan mengukur manfaat IPA Sungai Kapih melalui lima indikator utama.

  1. Kapasitas Produksi

Berapa kapasitas desain instalasi?

Berapa produksi aktual saat ini?

Apakah seluruh kapasitas telah dimanfaatkan?

  1. Jumlah Pelanggan

Berapa sambungan rumah yang memperoleh pasokan dari IPA Sungai Kapih?

Apakah jumlah tersebut terus meningkat sejak instalasi mulai beroperasi?

  1. Wilayah Pelayanan

Kelurahan mana saja yang kini memperoleh pasokan air dari IPA Sungai Kapih?

Apakah terjadi perluasan wilayah layanan dibandingkan sebelum IPA beroperasi?

  1. Kontinuitas Pelayanan

Apakah masyarakat kini memperoleh pelayanan yang lebih stabil?

Berapa rata-rata jam pelayanan air setiap hari di wilayah yang dilayani IPA Sungai Kapih?

  1. Dampak terhadap Keluhan Pelanggan

Apakah jumlah pengaduan mengenai tekanan air, gangguan distribusi, atau aliran bergilir mengalami penurunan setelah IPA beroperasi?

Data yang Akan Diminta

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Tirta Kencana harus menjelaskan mengenai:

  • kapasitas produksi aktual;
  • produksi harian;
  • jumlah pelanggan;
  • wilayah pelayanan;
  • jam pelayanan;
  • tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water);
  • nilai investasi pembangunan;
  • sumber pendanaan;
  • serta evaluasi kinerja IPA Sungai Kapih sejak mulai beroperasi.

Pertanyaan yang Layak Dijawab oleh pemerintah

Dalam hal ini, masyarakat akan bertanya beberapa pertanyaan penting kepada Perumdam Tirta Kencana.

  1. Berapa nilai investasi pembangunan IPA Sungai Kapih?
  2. Apa sumber pendanaan proyek tersebut?
  3. Mengapa profil resmi Perumdam saat ini mencantumkan kapasitas 500 liter/detik, sementara pada tahap pembangunan dan peresmian kapasitas yang dipublikasikan adalah 200 liter/detik? Mohon dijelaskan perkembangan kapasitas tersebut beserta tahapan peningkatannya.
  4. Berapa kapasitas produksi aktual yang saat ini dioperasikan?
  5. Berapa jumlah pelanggan aktif yang dilayani?
  6. Wilayah mana saja yang menerima pasokan dari IPA Sungai Kapih?
  7. Indikator apa yang digunakan Perumdam untuk mengevaluasi keberhasilan investasi IPA Sungai Kapih?

Air bersih adalah layanan publik. Karena itu, keberhasilan IPA Sungai Kapih tidak hanya diukur dari besarnya kapasitas instalasi atau selesainya pembangunan proyek, tetapi dari sejauh mana investasi tersebut menghasilkan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat Kota Samarinda.

“Jurnalisme bukan hanya mencatat berapa uang yang dibelanjakan negara. Jurnalisme juga memastikan apakah setiap rupiah itu kembali menjadi manfaat bagi masyarakat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP