Catatan Papaking : Kontraktor Berulang di Mahulu, Siapa Mendapat Berapa Paket?

Redaksi

Jakartaexpres.id — Membaca pengadaan pemerintah tidak cukup hanya melihat siapa pemenang satu tender. Ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: berapa kali nama perusahaan yang sama muncul sebagai pemenang dan berapa besar nilai pekerjaan yang diperolehnya? Data LPSE menunjukkan sejumlah penyedia muncul pada lebih dari satu paket pekerjaan. Ketika satu nama perusahaan kembali muncul pada beberapa proyek, pertanyaannya bukan soal boleh atau tidak, tetapi bagaimana proses evaluasi dan kemampuan penyedia diverifikasi.

Dari data LPSE Mahakam Ulu yang sudah dihimpun, pola tersebut mulai terlihat pada pengadaan Tahun Anggaran 2026. Salah satu nama yang menonjol adalah PT Kiesha Anugerah Prima. Perusahaan ini tercatat memenangkan paket Peningkatan Jalan Simpang Tikah–Simpang Budaya dengan nilai sekitar Rp72,745 miliar dan juga Pembangunan Jalan Lingkungan Perkantoran senilai sekitar Rp60,197 miliar.

Dengan dua paket tersebut saja, nilai pekerjaan yang tercatat untuk PT Kiesha Anugerah Prima mencapai sekitar Rp132,94 miliar. Ini menjadikannya salah satu nama yang perlu diperhatikan dalam pemetaan penyedia LPSE Mahulu 2026.

Nama lain yang juga muncul berulang adalah PT Persada Bumi Etam. Dalam data LPSE, perusahaan tersebut tercatat sebagai pemenang Pembangunan Kantor Permanen BPKAD Mahakam Ulu dengan nilai negosiasi sekitar Rp29,5 miliar. Perusahaan yang sama juga tercatat sebagai pemenang Pembangunan Kantor Mall Pelayanan Publik dengan nilai sekitar Rp39,15 miliar.

Dengan dua paket itu, nilai yang tercatat untuk PT Persada Bumi Etam mencapai sekitar Rp68,65 miliar.

Pola serupa juga terlihat pada PT Nava Karya Mandiri. Dalam database LPSE yang telah dihimpun, perusahaan ini muncul sebagai pemenang beberapa paket pekerjaan Bandara Ujoh Bilang 2026, termasuk Gerbang dan Pagar Bandara Sisi Darat dengan nilai penawaran Rp5.970.634.225,17 serta Rumah Dinas Bandara Ujoh Bilang dengan nilai penawaran sekitar Rp6.888.917.072,34.

Sementara PT Jaladara Sumber Lestari tercatat memenangkan dua paket Jembatan Belly Sungai Tingang pada 2024. Paket Tingang 1 memiliki nilai negosiasi Rp4.664.581.062,80, sedangkan Tingang 2 sekitar Rp4.120.811.374,47.

Artinya, pola satu penyedia memenangkan lebih dari satu paket memang terlihat dalam data yang telah kita kumpulkan.

Tetapi Catatan PapaKing tidak akan berhenti pada hitungan jumlah paket. Satu perusahaan memenangkan beberapa tender bukan otomatis berarti ada pelanggaran. Yang perlu dibongkar adalah proses di belakangnya: siapa saja pesaingnya, bagaimana evaluasinya, apakah seluruh persyaratan dipenuhi, dan apakah kapasitas perusahaan memadai ketika memenangkan beberapa pekerjaan sekaligus.

Karena itu, pertanyaanya

Ketika satu perusahaan memenangkan dua atau lebih paket, apakah evaluasi kemampuan penyedia dilakukan secara terpisah untuk setiap paket?

Kemudian:

Siapa pesaingnya, siapa yang gugur, dan apa alasan gugurnya?

Dan yang paling penting:

Apakah ada perusahaan yang mendapatkan beberapa paket dengan nilai puluhan hingga ratusan miliar rupiah dalam tahun anggaran yang sama?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP