Catatan Papaking : IPA Makroman Beroperasi Sejak 2020, Sudah Seberapa Besar Manfaatnya bagi Warga Sambutan?

Redaksi

jakartaexpres.id  – Ketika Pemerintah Kota Samarinda bersama Perumdam Tirta Kencana membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Makroman, harapannya sederhana. Masyarakat di Kecamatan Sambutan memperoleh akses air bersih yang lebih baik. Apakah airnya hitam, kuning yang sering di alami oleh warga Bengkuring Samarinda Utara ? Dari Proyek Infrastruktur ke Pelayanan Publik, Saatnya Mengukur Hasilnya

Berdasarkan profil resmi Perumdam Tirta Kencana, IPA Makroman berada di Jalan Purwobinangun, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan. Instalasi ini mulai terpasang pada tahun 2020 dengan kapasitas desain 50 liter per detik.

Saat diresmikan pada Februari 2021, Perumdam menyampaikan bahwa IPA Makroman langsung dioperasikan dan secara bertahap ditargetkan mampu melayani sekitar 3.000 sambungan rumah (SR) di wilayah Makroman dan sekitarnya.

Kini, setelah beberapa tahun beroperasi, pertanyaan yang layak diajukan bukan lagi mengenai pembangunan fisiknya. Apakah manfaatnya benar-benar telah dirasakan oleh warga Kecamatan Sambutan?

Infrastruktur Adalah Sarana

Pembangunan sebuah IPA merupakan investasi infrastruktur.

Namun keberhasilan investasi tersebut tidak berhenti ketika bangunan selesai atau instalasi mulai beroperasi.

Keberhasilan sesungguhnya baru dapat diukur melalui pelayanan yang diterima masyarakat.

Misalnya:

  • apakah jumlah pelanggan bertambah;
  • apakah distribusi air menjadi lebih stabil;
  • apakah tekanan air meningkat;
  • apakah jam pelayanan bertambah;
  • apakah keluhan pelanggan berkurang.

Indikator-indikator tersebut jauh lebih mencerminkan manfaat investasi dibandingkan hanya mengetahui kapasitas desain instalasi.

Target Awal Perlu Diukur Kembali

Pada saat pembangunan, Pemerintah Kota dan Perumdam menyampaikan bahwa IPA Makroman diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Sambutan. Bahkan setelah IPA beroperasi, pemerintah juga melanjutkan pembangunan jaringan pipa distribusi melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) agar pelayanan dapat diperluas ke wilayah Sambutan.

Pertanyaannya sekarang:

  • Berapa sambungan rumah yang telah terpasang?
  • Apakah target sekitar 3.000 SR telah tercapai?
  • Berapa kapasitas produksi aktual dibandingkan kapasitas desain 50 liter per detik?
  • Wilayah mana saja yang kini memperoleh manfaat dari IPA Makroman?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Perumdam Tirta Kencana perlu memberikan keterangan ke masyarakat terkait :

  • kapasitas produksi aktual IPA Makroman;
  • jumlah pelanggan yang dilayani;
  • perkembangan sambungan rumah sejak 2021;
  • wilayah pelayanan;
  • rata-rata jam pelayanan;
  • jumlah pengaduan pelanggan;
  • tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) di wilayah layanan;
  • nilai investasi pembangunan IPA Makroman;
  • sumber pendanaan proyek.

Mengukur Manfaat, Bukan Sekadar Mencatat Proyek

Laporan ini tidak bertujuan mempertanyakan perlunya pembangunan IPA Makroman.

Sebaliknya, laporan ini ingin mengetahui apakah investasi tersebut telah menghasilkan perubahan yang dapat diukur.

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak menilai keberhasilan sebuah instalasi dari tahun pembangunannya atau kapasitas desainnya.

Masyarakat menilai dari satu hal yang paling sederhana: apakah air bersih kini mengalir lebih baik ke rumah mereka dibandingkan sebelum IPA Makroman dibangun.

“Jurnalisme bukan hanya mencatat berapa uang yang dibelanjakan negara. Jurnalisme juga memastikan apakah setiap rupiah itu kembali menjadi manfaat bagi masyarakat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP