jakartaexpres.id – Ketika Pemerintah Kota Samarinda bersama Perumdam Tirta Kencana membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Kapih, harapan masyarakat sangat sederhana. Dari Proyek Strategis ke Pelayanan Publik, Saatnya Mengukur Hasilnya.
Air bersih mengalir lebih lancar.
Distribusi tidak lagi bergilir.
Dan semakin banyak rumah yang menikmati layanan air minum perpipaan.
Kini, beberapa tahun setelah instalasi tersebut mulai beroperasi, pertanyaan yang layak diajukan bukan lagi mengenai proses pembangunannya.
Melainkan, seberapa besar manfaat yang telah dihasilkan bagi masyarakat?
Berdasarkan profil resmi Perumdam Tirta Kencana, IPA Sungai Kapih berlokasi di Jalan Sungai Kapih, Gang Inpres, Kecamatan Sambutan dengan tahun terpasang 2021 dan kapasitas desain sebesar 500 liter per detik.
Namun, publikasi resmi pada masa pembangunan dan peresmian tahun 2021 menyebut proyek tersebut sebagai IPA berkapasitas 200 liter per detik, bahkan pada saat peresmian distribusi awal baru sekitar 50 liter per detik karena jaringan perpipaan belum seluruhnya terhubung.
Perbedaan informasi tersebut menjadi salah satu hal yang akan diklarifikasi kepada Perumdam.
Pertanyaan Utama Bukan Lagi Kapasitas
Terlepas dari angka kapasitas yang tercantum dalam berbagai dokumen, masyarakat sesungguhnya lebih berkepentingan terhadap hasil yang mereka rasakan.
Apakah air kini mengalir lebih lama?
Apakah tekanan air meningkat?
Apakah distribusi yang sebelumnya bergilir sudah menjadi lebih stabil?
Apakah jumlah pelanggan yang dilayani bertambah?
Bagi pelanggan, manfaat pelayanan jauh lebih penting dibandingkan besarnya kapasitas yang tercantum di atas kertas.
Data yang Akan Diminta
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, redaksi akan meminta data resmi kepada Perumdam Tirta Kencana mengenai:
- kapasitas desain dan kapasitas operasi aktual IPA Sungai Kapih;
- perkembangan produksi harian;
- jumlah sambungan rumah yang dilayani;
- wilayah pelayanan;
- jam pelayanan rata-rata;
- tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water);
- nilai investasi pembangunan;
- sumber pendanaan proyek;
- serta indikator kinerja pelayanan sejak IPA mulai beroperasi.
Data tersebut akan menjadi dasar untuk mengukur manfaat investasi secara objektif.
Dari Infrastruktur ke Pelayanan
Pembangunan instalasi pengolahan air merupakan investasi jangka panjang.
Keberhasilannya tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan instalasi tersebut meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, laporan ini tidak berhenti pada pertanyaan berapa besar kapasitas IPA Sungai Kapih, melainkan akan mengukur seberapa besar kontribusinya terhadap pelayanan air bersih di Kota Samarinda.
“Jurnalisme bukan hanya mencatat berapa uang yang dibelanjakan negara. Jurnalisme juga memastikan apakah setiap rupiah itu kembali menjadi manfaat bagi masyarakat.”












